Belasan masyarakat Kecamatan Gunung Kijang, Bintan mendatangi Mapolsek Gunung Kijang untuk memberikan laporan tindakan asusila yang dikerjakan oleh satu diantara imigran (pelacak suaka) yang tinggal di Badhra Resort Bintan, Gunung Kijang Bintan, Selasa (19/2/2019).
Miswandi satu diantara perwakilan masyarakat mengemukakan, arah kehadiran mereka untuk minta pihak kepolisian untuk bertindak hukum pada masyarakat imigran yang bertindak tidak pantas, memperlihatkan alat kelaminnya pada seseorang wanita masyarakat setemapt di Pantai Depresi Kawal yang dikerjakan di hari Minggu 17 Februari kemarin.
Baca juga : Jurusan di UPNYK
"Waktu itu, masyarakat sudah sempat memburu serta ia kabur, karena itu sekarang ini kami adukan ke pihak kepolisian, sebab jika masyarakat yang ke tempat penampungan akan muncul anarkistis," jelas Miswandi.
Terima laporan itu, anggota Polsek Gunung Kijang juga langsung melakukan tindakan serta bawa imigran yang disangka jadi aktor tindakan asusila itu.
"Namanya Sakhi, imigran asal Afganistan, awalannya ia beralasan kemaluannya gatal, tetapi pada akhirnya akui juga. Dikerjakan pada seseorang wanita, tunjukkan alat kemaluannya waktu korban sekedar duduk dengan temannya di Pantai Depresi Kawal," tutur anggota Polsek Gunung Kijang, Brigpol MD Sinaga.
Selesai menyelamatkan aktor, pihak Mapolsek Gunung Kijang langsung lakukan pengaturan dengan pihak Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Tanjungpinang untuk proses serta aksi selanjutnya pada imigran pelacak suaka itu.
Baca juga : Jurusan di UPNVJ
Ari Putra, petugas Rudenim yang hadir ke Mapolsek Gunung Kijang mengemukakan, pihaknya akan bawa aktor ke Rudenim Tanjungpinang serta aktor tidak diletakkan di dalam rumah penampungan yang berada di Badhra Resort Gunung Kijang.
"Untuk sesaat aktor kita letakkan di Rudenim Tanjungpianang, untuk proses selanjutnya akan dikoordinasikan terlebih dulu dengan pihak IOM dan pihak UNHCR yang di jadwalkan besok, sebab yang memliki kuasa untuk memberi aksi ialah mereka, dalam soal ini kami cuma lakukan pengawasan pada imigran," tutur Ari.